Posted on Mei 19, 2008 by abuaqila06
Beliau Bertutur:
Bila ‘bersatu’ dengan Allah dan mencapai kedekatan dengan-Nya lewat pertolongan-Nya, maka makna hakiki ‘bersatu’ dengan Allah ialah berlepas diri dari makhluk dan kedirian, dan sesuai dengan kehendak- Nya, tanpa gerakmu, yang ada hanya kehendak-Nya.
Nah, inilah keadaan fana (peluruhan), dan dengannya itulah ‘manunggal’ dengan Tuhan. ‘Bersatu’ dengan Allah tentu tak sama dengan bersatu dengan ciptaan-Nya. [...]
DIarsipkan di bawah: Futuhul Ghaib | Leave a Comment »
Posted on Mei 19, 2008 by abuaqila06
Beliau Bertutur:
Tak ada yang menjauhkanmu dari ridha dan rahmat-Nya, kecuali ketergantunganmu kepada manusia, sarana-sarana keterampilan, akal dan perolehan.
Manusia termasuk pengalang bagimu dalam mencari rizki yang sesuai dengan sunnah Rasul, semisal bekerja mencari nafkah
Selama bergantung pada manusia, selama itu pula kau mengharapkan kesudian dan uluran tangan mereka, bahkan kau meminta dengan beribahati di depan pintu rumah [...]
DIarsipkan di bawah: Futuhul Ghaib | Leave a Comment »
Posted on Mei 19, 2008 by abuaqila06
Beliau Bertutur :
Aku melihat dalam mimpi seolah aku berada di suatu tempat seperti masjid, yang di dalamnya ada beberapa orang menjauh dari manusia-manusia lain
Aku berkata kepada diriku: “Jika si anu hadir di sini, tentu ia bisa mendisiplinkan orang-orang ini, dan memberi mereka petunjuk yang benar, dan seterusnya”, lalu terbayang olehku seorang yng saleh tengah dikerumuni [...]
DIarsipkan di bawah: Futuhul Ghaib | Leave a Comment »
Posted on Mei 19, 2008 by abuaqila06
Beliau Bertutur :
Wahai budak nafsu! Jangan mengkalim bagi dirimu sendiri maqam para rabbani. Kau adalah pemuja nafsu, sedang mereka adalah penyembah Allah
Dambaanmu adalah dunia, sedang dambaan mereka adalah akhirat.
Matamu hanya melihat dunia ini, sedang mata mereka melihat Tuhan bumi dan langit
DIarsipkan di bawah: Futuhul Ghaib | Leave a Comment »