Risalah ke 26

Beliau Bertutur :
Jika kau dapati hatimu membenci atau mencintai seseorang, telaahlah
perilakunya dengan Kitabullah dan sunnah Nabi. Kalau perilakunya dibenci
oleh kedua pewenang ini, berbahagialah dengan keselarasan dengan Allah
dan Nabi-Nya. Jika perilakunya sesuai dengan keduanya, sedangkan kau
memusuhinya, maka ketahuilah bahwa kau adalah pengikut hawa nafsumu.
Kau membencinya lantaran kebencianmu kepadanya dan menentang Allah,
Yang Mahakuasa lagi Mahaagung, menentang [...]

Risalah ke 25

Beliau Bertutur :
Betapa sering kau berkata, apa yang mesti kulakukan, apa yang mesti kugunakan (untuk mencapai tujuanku)? Tetaplah di tempatmu. Jangan melampaui batasmu, sampai jalan keluar dikaruniakan bagimu dari-Nya yang telah memerintahkanmu untuk tinggal di tempatmu. Allah berfirman: “Wahai orang-orang beriman, bersabarlah, senantiasa berteguhlah dan jagalah kewajibanmu terhadap Allah.” (QS 3:199) Ia telah memerintahkanmu untuk [...]

Risalah ke 24

Beliau Bertutur : SALAH 24
Nabi Suci saw. bersabda:
“Kemiskinan mendekatkan kepada kekafiran.”
Hamba yang beriman kepada Allah dan memasrahkan segala urusannya kepada-Nya, diberi kemudahan oleh Allah dan keyakinan teguh bahwa apapun yang akan datang kepadanya, akan sampai kepadanya, dan apa pun yang tak mencapainya, takkan datang kepadanya, dan bahwa :
“Barangsiapa patuh kepada Allah, Ia berikan [...]

Risalah ke 23

Beliau Bertutur :
Engkau menginginkan agar kebahagiaan dan kedamaian terlimpahkan kepadamu, padahal kau masih berupaya membinasakan hewanimu, harapan akan balasan di dunia ini dan di akhirat, dan hal ini masih bersemayam dalam dirimu ?
Wahai yang terburu-buru! Berhenti dan berjalanlah perlahan-lahan;
wahai yang berharap ! Pintu tertutup selama keadaan ini masih berlangsung
Sesungguhnya beberapa sisa dari hal-hal ini masih [...]

Risalah – 22

Beliau Bertutur :
Anggaplah kebaikan dan keburukan sebagai dua buah dari dua cabang sebuah pohon. Cabang yang satu menghasilkan buah yang manis, sedang cabang yang satunya lagi, buah yang pahit.
Maka dari itu, tinggalkanlah kota-kota, negeri-negeri yang menghasilkan buah-buah pohon ini dan penduduknya. Dekatilah pohon itu sendiri dan jagalah. Ketahuilah kedua cabang ini, kedua buahnya, sekelilingnya, dan [...]

Risalah – 21

Beliau Bertutur:
Tabir penutup dirimu takkan tersibak, selama kau belum lepas dari ciptaan dan tak memalingkanhatimu darinya dalam segala keadaan hidup,
Selama hawa nafsumu belum pupus, begitu pula maksud dan kerinduanmu, selama kau belum lepas dari kemaujudan dunia ini dan akhirat, dan yang maujud dalam dirimu hanyalah kehendak Tuhanmu, dan kau terisi dengan nur Tuhanmu, dan [...]

Risalah – 20

Beliau Bertutur:
Nabi Suci Muhammad saw. Bersabda :
“Campakkanlah segala yang menimbulkan keraguan dibenakmu, tentang yang halal dan yang haram, dan ambillah segala yang tak menimbulkan keraguan pada dirimu.”
Bila sesuatu yang meragukan, maka ambillah jalan yang didalamnya tiada sedikit pun keraguan dan campakkanlah yang menimbulkan keraguan.

Risalah – 19

Beliau Bertutur:
Bila kau lemah iman, bila dijanjikan kepadamu sesuatu, janji itu dipenuhi, sehingga keimananmu tak sirna. Tapi, bila keyakinan dan kepastian ini jadi kuat dan mantap di dalam hatimu, maka, sebagaimana firman-Nya :
“Sesungguhnya kamu pada hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi terpercaya
di sisi Kami.” (QS.12:54),
dan menjadilah kau salah seorang yang terpilih, bahkan [...]

Risalah-18

Beliau Bertutur:
Janganlah kau mengeluh tentang sesuatu bencana yang menimpamu kepada siapa pun, baik kepada kawan maupun lawan. Jangan pula menyalahkan Tuhanmu atas semua takdir-Nya bagimu, dan atas ujian yang ditimpakan-Nya atasmu.
Beritakanlah semua kebaikan yang dilimpahkan-Nya atasmu Beritakanlah semua kebaikan yang dilimpahkan-Nya kepadamu, dan segala puji syukur atas semua itu.
Kedustaanmu menyatakan puji syukurmu atas sesuatu [...]

Risalah-17

Beliau Bertutur:
Bila ‘bersatu’ dengan Allah dan mencapai kedekatan dengan-Nya lewat pertolongan-Nya, maka makna hakiki ‘bersatu’ dengan Allah ialah berlepas diri dari makhluk dan kedirian, dan sesuai dengan kehendak- Nya, tanpa gerakmu, yang ada hanya kehendak-Nya.
Nah, inilah keadaan fana (peluruhan), dan dengannya itulah ‘manunggal’ dengan Tuhan. ‘Bersatu’ dengan Allah tentu tak sama dengan bersatu dengan ciptaan-Nya. [...]