Gunung Merbabu (2914Mdpl)

Gunung bertipe strato ini berlokasi di kabupaten Magelang dan boyolali Jawa Tengah, dengan ketinggian 3142m dpl. Pendakian bisa dicapai dari desa Kopeng dan Selo. Atau anda bisa mendaki dari kopeng dan turun di Selo atau pun sebaliknya. Titik pendakian dari Selo merupakan juga titik pendakian untuk gunung Merapi. Gunung Merbabu merupakan gunung non aktif. Gunung akan terlihat jelas dari perjalan Kalaten Menuju Boyolali. Medan gunung ini terbuka dan berbukit-bukit dan juga pada awal pendakian kita banyak menemukan ladang-landang petani. Pendakain dari Kopeng anda akan menemukan banyaknya pucak tipu, sebelum mencapai puncak Merbabu. Kondisi gunung ini dimusim kemarau sangat kering, sewaktu web master highcamp mendaki gunung ini hampir separuh dari gunung ini terbakar dan sangat gersang, air juga susah untuk ditemukan, sebaiknya anda bertanya dahulu pada penduduk setempat. Atau anda juga bisa menyewa penduduk setempat untuk jadi porter pembawa air. Selain dari arah selatan lewat Desa selo Boyolali pendakian gunung Merbabu ini juga dapat dilakukan dari daerah wisata Kopeng Salatiga. Banyak pendaki yang memulai pendakian dari Kopeng dan turun menuju ke selo ataupun sebaliknya. Jalur yang terdapat di gunung merbabu ini banyak percabangan jalan sehingga pendaki harus berhati-hati dalam menentukan jalur yang dilewatinya. Hutan gunung inipun telah banyak yang berubah fungsi menjadi ladang pertanian, hanya luasnya tidak seperti gunung Sundoro ataupun Sumbing, dan hanya beberapa punggungan saja yang merupakan ladang pertanian.

Dari jalur kopeng, jalur trek nya dimulai dari lokasi perkemahan wanawisata Kopeng menuju Dusun Tekelan melewati perkebunan pinus, kebun sayuran, kebun tembakau rakyat, dan jalan desa yang bisa dilalui angkutan roda empat langsung menuju rumah kepala desa. Lokasi mendirikan tenda yang baik ada di camp II (Lempong Sampan), Camp III (Watu Gubug) dan Puncak I (antena), Bila menemukan jalur cabang dua, setelah melewati saluran air kecil (yang terkadang kering), maka sebaiknya mengikuti arah yang kekanan. sebab arah kiri akan buntu di bak sumber air. Pipa saluran air yang terbentang mulai dari Dusun Tekelan sampai ke puncak (sumber mata air), dapat dijadikan pemandu jalur kearah puncak sampai pada jalur cabang dua tadi. Disisi sebelah kiri jalur kearah puncak didominasi oleh medan jurang, sedangkan sebelah kanannya hutan tropis dan tumbuhan perdu/belukar.

Dari Puncak I (Antena, 2800 m dpl), menuju puncak II (Syarif, 3142 m dpl), dan Puncak III (Kenteng Sango, 3224 m dpl), bisa ditempuh dalam waktu 1 – 2 jam. Akan tetapi, harus extra hati-hati ketika melewati punggung jurang Pundak Sapi dan Jembatan Setan pada jalur ke Puncak III. Dibawah Puncak I, tepatnya kearah jalur Puncak II, terdapat kawah yang sudah mati. Kadang-kadang disekitar kawah mati itu terdapat sumber air yang bisa diminum. Disepanjang jalur hingga puncak tidak terdapat sumber air yang permanen ada, jadi sebaiknya bawalah bekal air yang cukup.

Rute Pendakian

Jika hendak mendaki dari arah jalur Utara (Tekelan, Kopeng), Bisa naik bus dari teminal Salatiga dengan jurusan Salatiga-Magelang dan turun di Kopeng. Atau bisa juga naik bus jurusan Semarang-solo dan turun disimpang empat PAsar Sapi, Salatiga. Kemudian berganti angkutan menuju kejurusan Kopeng. Dari tempat rekreasi Kopeng, dilanjutkan dengan berjalan kaki ke lokasi perkemahan wanawisata. Sepanjang jalur kepuncak tidak terdapat pondok/shelter, kecuali lokasi camp/bivak.

Berikut adalah urutan pendakian dari desa Tekelan.

Pos jaga wanawisata – Desa Tekelan (1 jam)
Desa Tekelan – Camp I (kidung Gumuk 2400 m dpl) 2 jam
Camp I – Camp II (Lempong Sampan) 1,5 jam
Camp II – Camp III (Watu Gubuk) 2 jam
Camp III – Puncak I (antena 2800 m dpl) 0,5 jam
Puncak I – Puncak II (Syarif 3142 m dpl) 1 jam
Puncak II – Puncak Utama (Kenteng Songo 3224 dpl) 1,5 jam

 

JALUR WEKAS (SISI BARAT)

Jika dibandingkan dengan ketiga jalur yang ada yaitu jalur Tekelan, Cuntel dan Selo. Jalur pendakian dari desa Wekas ini jauh lebih pendek dan disamping itu pada Pos II jalur ini ada sumber air dari pipa yang bocor. Jalur Wekas ini nanti nya akan bertaut dengan jalur dari Tekelan/Cuntel yaitu tepatnya setelah puncak Antene jalur Wekas akan menyatu dengan kedua jalur dari arah Tekelan dan Cuntel tepatnya jalur tersebut menyatu pada sebuah patok pemisah kabupaten.

AKSES TRANSPORTASI

Akses untuk samapai di Wekas bisa melewati Magelang dengan menumpang minibus tujuan Kopeng dan kemudian turun di GERBANG Kaponan yang merupakan gerbang desa Wekas. Ongkosnya Rp.5.000,- Kemudian dari gerbang ini menuju Desa Wekas berjarak sekitar 3 km. Bisa juga menggunakan Ojek hingga basecamp Wekas dengan sewa Rp.10.000,- atau mencarter pick-up dengan tarif berdasarkan negosiasi. Jalan aspal berbatu menuju desa Wekas cukup curam dan menanjak.

PERIJINAN

Perijinan bisa diurus basecamp  jalur Wekas yang merupakan kediaman dari Pak Sutyoso yang merupakan kuncen jalur Wekas.

RUTE PENDAKIAN

Basecamp Wekas – Pos I

Dari basecamp Wekas jalur pendakian dimulai dengan menapaki jalan kampung dan kemudian terus berlanjut dengan jalan kecil yang terbuat dari susunan batako yang di semen, lumayan menanjak. Jalan bersemen ini berakhir pada sebuah bangunan makam yang ada rumahnya. Kemudian jalur pendakian berupa jalan tanah yang jelas sekali. Sepanajng jalur menuju Pos I keadaan hutan tidak begitu rapat. Masih terdapat perladangan penduduk dan hutan cemara.

Pos I – Pos II

Pos I merupakan sebuah dataran yang cukup luas dan terbuka, tpi pada Pos I ii tidak terdapat sumber air, pos ini hanyalah sebagai persnggahan sementara bagi pendaki jarang yang menginap disini. Kondisi jalur trek menuju Pos II dari Pos I terlihat jelas sekali dan cuup menanjak, selepas pos I akan bertemu dengan pipa plastik alran air dan jalur trek hingga Pos II akan mengikuti pipa plastik ini. Keadaan hutan tidak beitu berbeda dengan aape jalur trek sebelum Pos I. Mendekati Pos II jalan setepak akan sedikit mendatar dan disebelah kiri akan terlihat punggungan pucak Antene dengan antenenya. Waktu tempuh dari Pos I ke pos II kurang lebih 2,5 jam.


Pos II – Pertigaan jalur dari arah Kopeng

Pos II merupakan areal datar yang cukup luas, dan jika musim ramai pendakian di pos ini ada warung yang dibuat oleh penduduk setempat. Pemandangan sangat indah di Pos II ini jika cuaca bagus punggungan punak antene, punak hellypad dan beberapa pungungan lainnya. Indah sekali mirip pemandangan alpen. Disebelah kiri pos terdapat punggungan dan lembah yang dalam, didasar lembah tersebut terdapat air terjun. Di pos ini ada sumber air yang berasal dari pipa air yang dibolongi. Pos II banyak dijadikan alternatif sebagai tempat bermalam oleh pendaki. Dari Pos II menuju pertigaan jalur yang dari arah Kopeng (Tekelan dan Cuntel) jalur setapak cukup menanjak tajam tidak jauh dari Pos II akan bertemu dengan pertigaan, ambil jalur trekk yang sebelah kiri jalur ini kemudian akan menanjak dan bertemu batu besar kemudian belok ke kiri hingga jalur bertaut dengan jalur dari arah Kopeng. Waktu tempuh dari Pos II hingga ke pertigaan jalur dari Kopeng ini  kurang lebih 2 jam.


Pertigaan jalur arah Kopeng – Hellypad.

Pertigaan tempat jalur Wekas dan jalur dari Kopeng bertaut dan menjadi satu menuju puncak ini ditandai dengan sebuah patok perbatasan kabupaten. Dari sini Pos II dan jalur menuju puncak jelas terlihat. Dan tidak jauh dari pertigaan ini hellypad sudah terlihat.

 

 

 

 


Hellypad

Lokasi ini berupa sebuah dataran yang terbuka mampu memuat 4 -5 tenda dan dari lokasi ini bisa mengedarkan pandangan lepas ke berbagai arah. Puncak Syarif dan puncak Keteng Songo jelas terlihat dari sini. Jika turun ke arah kawah kita akan menemukan sumber air, yang kadang sedikit berasa agak asam karena pengaruh belerang. Hellypad merupakan pilihan yang bagu untuk mendirikan tenda. Pemandangannya bagus sekali, tapijika anda memutuskan untuk mendirikan tenda di Hellypad ini tenda anda haruslah cukup kuat menahan hebusan angin karena lokasinya yang sangat terbuka.

 

 

 

 

 

 

 

 

Up-date Data

Toen >>>>> Anggota miis highcamp

JALUR CUNTEL, KOPENG
Pendakian ke Merbabu selain dari arah Solo dapat juga dimulai dari Yogya dari terminal Umbul Harjo, sbb:

Yogya – Semarang (turun di terminal Magelang), bus ekonomi, 1.5 jam Rp.1.500

Magelang – Salatiga (turun Kopeng – Taman Wisata Umbol Songo), bis 3/4 , 1.5jam, Rp.1.500

Logistik sebaiknya dilengkapi di Kopeng karena sebagai tempat peristirahatan disana ada cukup banyak warung dan toko. Perjalanan dilanjutkan ke ke desa Cuntel yang letaknya bersebelahan (di Timur) desa Tekelan. Selain berjalan kaki (30 mnt) bisa pula menggunakan jasa ojek (10 mnt, Rp. 4000) melalui jalan berbatu. Pendakian dari Cuntel bisa memakan waktu sekitar 6-8 jam

Basecamp
Desa Cuntel (1640 mdpl) dikelola oleh Merbabu Manunggal Pecinta Alam (Manggala) dgn alamat lengkap:Jl. Umbul Songo KM 3Ds. Cuntel, KopengKec. Getasan, Kab. Semarang 50774Pendaftaraan dilakukan dengan menyerahkan fotocopy KTP dan membayar registrasi sebesar Rp. 1000. Kemudian kita akan mendapatkan tiket dan peta Merbabu. Disini tersedia tempat beristirahat dengan kapasitas sekitar 50 orang dan kita juga bisa memesan makan sekedarnya.

Basecamp – Pos I Dalan Tengah (1858 Mdpl – 1.5 km -1 jam)
Jalur pendakian utama ada di sebelah timur basecamp, setelah melewati beberapa rumah penduduk, jalur langsung menggarah ke Selatan.
Dari sini masih melalui ladang penduduk dan beberapa bak air penampungan. Pos I merupakan sebuah belokan jalan.

 

Pos I – Pos II Watu Putut (2146 Mdpl – 1.5 km – 1 jam)
Jalur ini banyak melewati pohon cemara jarum dan pohon dengan daun-daun kecil seperti putri malu. Pos II juga merupakan belokan jalan dengan lapangan sempit.

 


Pos II – Pos III Gerumbul (2260 Mdpl – 1 km – 45 mnt)
Jalur mulai terbuka dan melewati banyak semak. Pos III merupakan sebuah lapangan kecil.

 

 

Pos III – Pos IV Lempong Malang (2528 mdpl – 1 km – 1 jam)
Jalur terbuka dengan banyak semak dan lebih terjal. Antena di puncak I akan terlihat bila langit cerah. Pos IV merupakan lahan luas. Ke arah kiri bisa ditemukan saluran air yang hanya terisi pada saat musin hujan. Jalur dari Wekas juga bergabung di sini. Sementara ke arah kanan adalah jalur memotong ke Pos Watu Gunung yang biasa dilalui dari arah Desa Tekelan.

Pos IV – Puncak I Antena (2883 mdpl – 1 km – 1.5 jam)
Jalur semakin menanjak dan tetap terbuka. Disini terdapat bangunan dengan antena dan bak air tadah hujan. Puncak I sendiri merupakan lapangan yang cukup luas tapi sangat terbuka. Banyak pendaki yang membuka tenda disini karena pemandangannya yang indah.

 

Puncak I – Persimpangan (2928 mdpl – 1 km – 1 jam)
Dari puncak I jalur akan sedikit menurun sebelum kemudian mendaki ke arah Gunung (bukit) Kukusan. Ada sedikit tanah lapang diatas Gunung Kukusan ini. Dari sini jalur berbelok ke kiri. Tak jauh dari situ turun ke arah kanan ada jalan turun menuju kawah sejauh +/- 200 m menuju sungai kecil. Air dapat diambil dari pancuran pipa pvc yang sengaja disediakan. Air ini tidak terlalu asam dibandingkan bila kita mengambil langsung dari sungai. Jalur selanjutnya adalah tanjakan setan yang cukup terjal, sekali-kali diperlukan bantuan tangan untuk melewatinya untuk sampai ke persimpangan.

Persimpangan – Puncak II Syarip/ Gn. Pregodalem (3119 mdpl – 200 m – 15 mnt)
Menanjak ke arah kiri dari persimpangan sejauh 200 m kita akan tiba di Puncak Syarif. Puncaknya sendiri cukup luas dengan pemandangan yang indah ke arah gunung Lawu, Merapi, Sundoro dan Sumbing.


Persimpangan – Puncak III Kentong Songo (3142 mdpl – 500 m – 45 mnt
Ke arah kanan dari persimpangan, jalur akan sedikit menurun ke arah bukit kecil, Pundak Sapi.
Anda bisa mendaki pundakan ini atau memutarinya ke arah kanan. Hati-hatilah karena jalurnya yang sempit dan berlereng terjal. Sebelum Punc`ak terakhir satu tanjakan lagi harus dilewati dan memerlukan bantuan tangan untuk melewatinya.

JALUR SELO
Jalur termudah untuk mencapai Selo adalah dari Solo karena tersedianya transportasi langsung (bus ¾, 2.5 jam, Rp. 4000) sampai Pasar Selo.
Apabila dari arah Yogya/ Magelang kita harus berganti kendaraan sedikitnya 3 kali, sbb:

Yogya – Magelang (turun di Blabak), Bus Ekonomi, 1 jam, Rp. 1500.
Blabak – Telatar, bis kecil, 30 menit, Rp.1.000
Telatar – Gerakah, colt pickup L300, 45 menit, Rp.4.500
Gerakah – Selo (Pasar), colt pickup L300, 45 menit, Rp.4.500

Logistik terakhir bisa dipenuhi di Selo. Beberapa Home Stay bisa ditemukan dengan tariff +/- Rp.25000 per orang. Salah satunya adalah H. Koesnandar, Home Stay Arga Sari dengan alamat Ds Samiran, RT 23 / RW 05, Selo, Boyolali, atau KUD Selo Boyolali, HP +62 21 818 250 751

Pendakian dari jalur Selo tidak akan menemukan mata-air, sebaiknya disiapkan dari bawah. Total pendakian +/- 6-8 jam.

Saat ini (2003-05) ada himbauan untuk para pendaki dari Camat setempat berupa:

Kesediaan membawa tanaman berkayu keras untuk penghijauan seperti Beringin, Gondang, Elo, Preh (sejenis beringin), Ipik (sejenis beringin), Wilodo, Kepoh, Bulu, Awar, Dadap, Teledung, Kesemek, dll)

Memberitakan penduduk setempat apabila menemukan air baik di lereng Merapi atau Merbabu yang bisa dialirkan bagi penduduk Selo.

 

Pendakian di Selo biasanya di mulai dengan melakukan pendaftaran di Pos Polisi Pasar Selo. Perjalanan selanjutnya harus melewati perkampungan terlebih dahulu (2 km, 45 mnt) ke arah Desa melalui jalan kecil beraspal. Pendaki mungkin perlu bertanya beberapa kali karena banyaknya persimpangan. Di Desa ini terdapat 3 rumah yang biasa dijadikan base camp sebelum memulai pendakian yang ditandai dengan banyaknya sticker kelompok pecinta alam.

Pos-pos dari Selo tidak ditandai dan dinamai dengan baik, tetapi biasanya merupakan lahan yang sedikit luas untuk tempat beristirahat. Mulai dari desa terakhir kita akan melalui hutan cemara. Kemudian memasuki hutan sekunder. Pada dasarnya akan memutari sebuah gunung kecil yang berada di sebelah kanan dan lembah disebelah kiri kita. Jalurnya sendiri cukup jelas dan tidak terlalu curam hanya saja karena ini merupakan jalur lama sehingga mulai menjadi jalur air dan sedikit licin. Setelah 3-4 jam kita akan mulai memasuki tempat yang terbuka.

Setelah memasuki tempat terbuka ini jalur menjadi terjal dan licin. Kemudian kita akan tiba di pelataran pertama. Dari sini puncak bisa mulai terlihat. Perkiraan waktu 45 menit.

Tak lama kemudian jalur mulai terjal kembali ke pelataran ke dua. Perkiraan waktu 30 mnt. Setelah pelataran kedua ini barulah anda menghadapi tanjakan terakhir yang panjang dan terjal sebelum mencapai Puncak Kentong Songo. Perkiraan waktu 2 jam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: