Gunung Pangrango (3019 Mdpl)

Gunung Pangrango tegak dengan ketingian 3019 m dpl, gunung merupakan gunung yang kedua tertinggi di Jawa Barat setelah Gunung Cereme dan berada dalam pengawasan Tmana Nasional Gede Pangrango. Pangrango berdiri berdampingan dengan Gunung Gede, akan tetapi tidak seperti Gunung Gede yang selalu dipenuhi oleh pedaki, jumlah pendaki yang mendaki Pangrango tidak terlalu banyak ini membuat gunung ini sedikit lebih bersih dibandingkan dengan Gunung Gede. Ini terlihat dari keadaan jalan setapak yang menuju puncak Pangrango lebih bersih dibandingkan dengan jalan setapak yang menuju puncak Gede. Akses untuk sampai ke gunung ini sama dengan Gunung Gede yaitu dari Cibodas. Bisa juga dari Gunung Putri, hanya saja harus melewati puncak Gunung Gede terlebih dahulu. Jika hanya mau mendaki Pangrango, maka sebaiknya masuk lewat Cibodas. Jalur kepuncak Pangrango dan Gede akan terpisah di Kandang badak. Kekiri merupakan jakur menuju puncak Gede dan kekanan menuju puncak Pangrango.


Rute Pendakian

Keadaan jalan setapak di punggungan Pangrango sangat menantang, sepanjang jalan kita akan disuguhkan oleh tanjakan-tanjakan yang cukup memeras keringat ditambah lagi dengan banyaknya batang kayu yang memalangi jalan setapak membuat para pendaki harus membungkuk dan tak jarang merangkak. Selain itu kadang-kadang kita menemukan jalan setapak yang lama yang melingkar-lingkar naik sudah dipenuhi oleh semak-semak dan tumbuhan perdu karena jarang dilewati, sebagai gantinya muncul jalan setapak yang tegak lurus membelah jalan setapak yang lama dan tetntu saja kondisinya lebih curam dari jalan setapak yang aslinya.

Sampai di ketinggian sekitar 2600 m dpl, jika cuaca cerah tanpa kabut maka akan terlihat jelas puncak Gunung Gede dengan kawahnya. Mendekati daerah puncak jalan setapaknya mulai melingkar dan sedikit landai. Dipuncak sendiri terdapat sebuah tiang dari semen beton yang menujukan daerah puncak. tapi sudah penuh dengan coretan tangan vandalis. didepat tiang tersebut terdapat sebuah pondok yang hanya tinggal tiang dan separuh atap. seperti halnya tiang ketinggian, pondok ini juga tak luput dari tangan-tangan vandalis. Keadaan puncak sedikit kotor dan pemandangan terhalang oleh tumbuhan sub alpine yang tumbuh tinggi. Diareal puncak ini ditemukan beberapa area yang datar yang cocok dijadikan untuk mendirikana tenda. Hanya saja disini tidak terdapat air.

Disebelah kiri belakang pondok terdapat beberapa jalan setapak yang mengarah ke alun-alun Mandala Wangi. Setelah menuruni jalan setapak tersebut kita akan sampai di keheningan lembah Mandala Wangi. Disini banyak sekali dijumpai tumbuhan edelweiss yang tumbuh subur hingga pohonnya tinggi dan rimbun. Luas Mandala Wangi tidak begitu luas seperti Suryakencana di Gunung Gede. Tempat ini sangat cocok untuk mendirikan tenda. Air bisa didapatkan diarah kiri dari alun-alun.

Suhu pada malam hari di Mandala Wangi cukup dingin terlebih lagi di musim kemarau. Saking dinginnya pernah ditemukan bongkahan-bongkahan es disekeliling mata air diwaktu pagi hari serta embun salju yang menempel di flying sheet tenda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: