MAKNA INNA LILLAAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UN

Tadi, Qori membacakan ayat al-Qur’an surat al-Baqarah ayat ke-155, yang sering kita lupakan atau sedikit keliru menafsirkannya. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. Dari ayat ini bisa kita fahami bahwa kita akan diuji oleh Allah dengan banyak sekali ujian (bentuknya) tapi ayat ini memberikan ciri-ciri khusus : Diberi sedikit rasa takut; takut mati duluan, takut tidak kebagian tempat duduk di Manaqib, takut tidak ketemu Syaikh Mursid takut tidak bisa menyekolahkan anak, takut tidak punya uang dan sebagainya. Itu semua merupakan bagian dari ujian dari Allah. Kelaparan; takut kelaparan, misalnya, lapar jabatan, lapar pangkat dan tidak sedikit orang yang sakit karena diberhentikan dari jabatannya dan itu adalah penyakit hati. Kekurangan harta takut hartanya berkurang karena disodaqohkan, dipakai biaya sekolah anak-anak, dan kita merasakan itu semua.Ketika krisis moneter, ini merupakan ujian bagi bangsa Indonesia kita semua merasakan dampaknya. Sebagai contoh 1 dollar = Rp. 2000 kemudian naik menjadi Rp. 16000 per dolar. Yang tadinya mendapat gaji 1000 dolar per bulan sekarang hanya 200 dollar, yang punya pekerjaan kemudian diphk, pertanian rusak, kolam perikanan kita kebanjiran, kekurangan jiwa.

Kemarian saya berada di perbatasan Indonesa Malaysia yaitu Kalimantan Barat. Orang-orang Madura sudah pergi dari sana karena dipenggal kepalanya diminum darahnya dibelah dadanya dimakan hatinya dimakan mentah-mentah. Kehilangan anggota keluarga bahkan kehilangan rasa hormat dan kehormatan keluarga. Semua itu ujian tapi,…. akan lolos, lulus yaitu orang-orang yang sabar.Siapa orang yang sabar? Ayat selanjutnya menjelaskan : “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun”. Jadi kalau kita mendapatkan ujian panen gagal, usaha gagal, anggota keluarga ada yang meninggal atau kehormatan kita berkurang karena manusia menghormati karena hartanya maka katakanlah “Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun”. Sesungguhnya kita tidak punya apa-apa. Kita mengaku mempunyai harta, keberanian, buah-buahan dan sebagainya serahkan semuanya kepada Allah bukan hanya ada yang mengingal dunia saja.

Bagaimana supaya kita sabar? Apakah cukup dengan mengucapkan inna lillahi saja, tentu tidak. Manusia terdiri dari 2 unsur sejak zaman filosof Yunani kuno mengatakan : 1. unsur yang tetap (rohani) 2. unsur yang berubah (jasmani). Kita merasakan perubahan tersebut. Kulit, mata, gigi, kaki berubah. Dua unsur ini harus tetap diberi makan supaya tetap sehat. Jasmani diberi makanan, minuman yang halal yang baik begitupun rohaninya supaya tetap sehat kalau sehat pasti sabar. Islam mengajarkan sehat lahir batin sehat jasmani dan rohani. Kita sering mengucapkan sehat (jasmani) wal afiat (rohani). Makanya kita harus dekat dengan yang punya sehat. Karena “Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun” semuanya milik Allah. satu hari beberapa tahun yang lalu saya mengadu kepada Pangersa Abah, “Abah, saya ini sering sakit sudah ke dokter beberapa kali tapi belum sehat juga”. Kemudian jangan Abah menjawab. “Jangan tanya ke dokter terus, tanya sama yang menciptakan dokter itu”. Tanya kepada yang menciptakan penyakit tanyan kepada yang menciptakan obat, itulah Allah Swt. “Kun ma’allah faiilam takun ma’allah fakun ma’a man ma’allah. Fainnahu yuushilka ilallah. Adakanlah! (jadikanlah)! dirimu itu beserta Allah, jika engkau (belum bisa) menjadikandirimu beserta Allah, maka adakanlah (jadikanlah) beserta orang-orang yang beserta Allah, maka sesungguhnya, (orang itu) yang menghubungkan engkau kepada Allah. (yaitu ruhaninya). Alhamdulilah kita masih mempunyai orang tersebut yaitu Pangersa Abah. Mudah-mudahan dipanjangkan usianya dan disehatkan. Amin.

Kita diberikan resep supaya sehat jasmani dan rohani yaitu dzikir Jahar dan dzikir Khofi. Tapi kita masih terserang oenyakit karena banyak lupanya. Jahar untuk memperkuat jasmani dan Khofi rohaninya makanya ada guyonan berbahasa Sunda dikalangan pengamal TQN -yang intinya dzikir Jahar dan Khofi- kudu gede dahar osok ngopi jadi sehat (Harus banyak makan dan minumkopi jadi sehat). Jadi kalau sufi meningalkan dunia hanya untuk akhirat saja, salah karena harus seimbang. Kita harus berpakaian yang rapi, kendaraan yang bagus. makanan yang enak, rumah yang megah, mesjid yang luar biasa, tetapi hati kita hanya kepada Allah jangan kepada itu semua. Suatu hari ditahun 70-an, saya shalat tahajud, dan nikmat sekali hingga keluar air mata.

Terus saya bangun lagi dengan maksud ingin merasakan hal seperti itu lagi tapi ternyata tidak bisa. Terus menerus saya lakukan itu tapi tidak mendapatkannya kembali. Kemudia saya lapor kepada Pangersa Abah, dan menceritakan keinginan saya itu. Jawab Beliau, “Salah niatnya, harusnya Lillahi ta’ala bukan nikmatnya. Nikmat itu punya Allah. Jadi datang ke suryalaya ingin nikmat makan, bisa bertemu dengan temen, boleh-boleh saja. Tapi itu bukan tujuan yang sesungghnya. Tujuan yang sebenarnya adalah untuk bersilaturahmi kepada guru Mursyid dan mendekatkan diri kepada Allah itulah intinya dan cara pendekatannya itu dengan Jahar dan Khofi. Oleh karena itu Abah harus ditaati dan diteladani. Makanya kalau kita ikut Mursyid mudah-mudahan kita bisa terlepas dari krisis. Amin. Bangsa kita terlepas dari rasa takut, lapar dan sebagainya. Coba lihat surat Quraisy. Orang Qurais itu semangat kerjanya begitu tinggi. Baik musim panas atau dingin mereka tetap melakukan perdagangan. Ayat selanjutnya menjelaskan “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik Rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”. Mungkin bangsa kita ini selama beberapa puluh tahun ini mobilitas ekoniminya tinggi, tapi lupa kepada Allah yang menghilangkan lapar, memberikan rasa aman -bukan polisi, TNI apalagi hansip- semuanya itu adalah Allah, bukan penguasa yang sombong karena mampu memberikan makan kepada rakyatnya. Makanya kemudian diuji oleh Allah. Mudah-mudahan kita diberi kekuatan untuk selalu bisa mengikuti Guru Mursyid yang sudah dekat kepada Allah sehingga Allah menghilangkan apa-apa yang tertulis didalam ayat di atas.

Masih ada satu cerita, suatu hari saya mendapat ajaran dari Abah yang luar biasa. Saya ingin membeli tanah yang ada di dekat rumah dan meminta d’oa kepada Beliau. Beliau tidak berdo’a malah mengutip salah satu ayat Quran, yang artinya “Sesungguhnya tanah itu diwariskan kepada hamba-hamba yang soleh. Kontan saya mengangis ini artinya saya bukan orang soleh. Jadi intinya, apapun yang kita inginkan, kita cita-citakan harus dekat kepada Allah Swt. dan jalannya tentu saja dengan melanggengkan dzikir. Bacaan sholat juga dibagi dua yaitu sholat Jahar (malam hari bacaannya terdengar) dan sholat khofi (siang hari bacaannya tidak terdengar).

Menurut para ahli kesehatan, bacaan shalat Subuh itu merupakan “Tes Voice”. Kalau bacaannya dengan suara yang masih lancar (misalkan Fatihah) berarti masih sehat jasmaninya karena dalam keadaan sakit mungkin batuk atau flu kita tidak bisa melakukannya. Dan juga sehat ruhaninya karena mau bangun di waktu fajar untuk shalat subuh. Assholatu khoirun minannaum kita malah masih tidur itu tandanya tidak ingat kepada Allah dan itu adalah pekerjaan setan. Semoga kita dapat lulus dari ujian. Amin ya Robbal ‘Alamin. 

Prof. Dr. Juhaya S. Praja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: