Tanahpun Ingin BerIbadah

Suatu hari, saya menghadap kepada Pangersa Abah Anom untuk melaporkan tentang perkembangan pesantren. Waktu itu, luas pesantren hanya 500 M2 dan alhamdulillah akan diperluas. Apa jawaban Pangersa Abah ketika saya melaporkan bisa membeli tanah untuk perluasan pesantren? Sambil tersenyum beliau menjawab : “Taneuh gé, hayangeun diajak ibadah euy” (Tanah juga ingin diajak ibadah). Karena kebodohan kita, mata hati kita yang tertutup penuh dengan noda, ruh kita yang kotor, hijab yang begitu tebal sehingga kita hanya tahu bahwa yang bisa bicara itu hanya manusia saja. Alam ini, tidak bisa berbicara, diam saja, sehingga manusia yang serakah mengambil hasil alam tanpa perhitungan dan merusaknya. Yang terjadi kemudian adalah seperti tertulis dalam TANBIH (Tuhan yang Maha Esa telah memberikan contoh, yakni tempat maupun kampung, desa maupun negara yang dahulunya aman dan tenteram, gemah ripah loh jinawi, namun penduduknya/ penghuninya mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka lalu berkecamuklah bencana kelaparan, penderitaan, ketakutan, dan sebagainya yang disebabkan sikap dan perbuatan mereka sendiri) mengutip dari surat an-Nahl ayat 112: “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”.

Oleh : KH. Zezen Zaenal Abidin Bazul Asyhab

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: